Seni dan Teknologi untuk Jauhkan Imitasi

29 Oct 2014

Semakin rumit desain dan teknologi yang digunakan dalam membuatnya, semakin jauh pula risiko pemalsuan yang mengintainya. MENURUT legenda, pelukis surealis asal Catalan, Spanyol, Salvador Dali (1904-1989), suka `memperdaya’ para pemilik restoran mewah tempat dia kerap makan.

Setelah menulis jumlah yang harus dia bayar pada selembar cek, juga menandatanganinya, konon Dali kerap menarik lagi cek yang hendak dia serahkan kepada pemilik restoran. Dali lantas menggoreskan coretan rumit yang berkesan tidak bermakna di balik lembaran cek.
Setiap pemilik restoran yang menerimanya sontak bersukacita. Para pemilik restoran yang disambangi Dali itu dikisahkan berpendapat, Wah! Coretan asli dari Master Dali! Saya tidak akan menguangkan cek ini! Dengan begitu, Dali otomatis hampir tidak pernah membayar saat makan di restoran.

Kini, uang kertas krone Norwegia pun dinilai mengandung seni tinggi, meskipun orang mungkin tidak memperlakukannya seperti para pemilik restoran tadi memperlakukan cek-cek bergores coretan asli sang maestro.

Baru-baru ini, bank sentral Norwegia, Norges Bank, menyelenggarakan kompetisi desain uang kertas 100 krone. Pemenangnya diumumkan awal Oktober lalu.Dia ialah desainer grafis Norwegia, Terje Tonnessen dan Snohetto yang berpayung tim The Metric System.
Pada satu sisi uang kertas itu, Ton nessen-Snohetto mendesain gambar kapal raksasa viking di lautan.

Di sisi satunya, terpampang interpretasi abstrak gelom bang lautan dalam satuan piksel, seperti tampilan gim populer di tahun 1980-an, Tetris.
Menurut Nor ges Bank, de sain itu me nunjukkan sisi artistik yang me nekankan relasi kuat antara Norwe gia dan samudra.
Desain itu pun dinilai pas dalam menerapkan elemen-elemen keamanan uang kertas dalam konteks su paya tidak mudah dipalsukan. Itu termasuk elemen-elemen yang dapat dibaca mesin dan fitur-fitur antipemalsuan.Menurut jadwal, uang kertas berdesain baru itu akan diterbitkan pada 2017.Rumit Di zaman canggih ini, kelengkapan berteknologi tinggi pada uang kertas me rupakan fitur wajib demi menghindari pemalsuan. Selain fitur itu, desain uang kertas butuh pertimbangan seni, estetika, dan elemen kultural.

Menurut kurator bagian Koleksi Uang Modern di Museum Inggris, Thomas Hockenhull, seni itu sendiri sesungguhnya bukanlah fitur pengamanan uang yang bisa jadi jaminan, terutama di tengah-tengah teknologi cetak dan pindai yang semakin canggih.
Penerapan seni pada desain uang kertas, menurut Hockenhull, Dilakukan demi menjaga kepercayaan publik pada uang itu.

Pemalsuan uang kertas, lanjut Hockenhull, bisa menjadi sangat susah dilakukan jika desain uang kertas memadukan fiturfitur rumit seperti watermarks, elemen warna yang bergerak, serta teknologi polimer dan kertas terkini, juga gambar yang sangat detail. Tengok saja Bank of Canada. Dalam beberapa tahun belakangan, bank sentral Kanada itu menerbitkan uang kertas yang menampilkan fitur holografis dan transparan, dipadu dengan kaligrafi berseni tinggi yang diklaim tidak mungkin diimitasi.

Alih-alih menggunakan kertas, uang kertas terbaru Kanada dibuat dari substrat polipropilena. Di lembaran uang itu juga dibuat semacam `jendela’ transparan yang menampilkan potret metalik seorang tokoh di atas bangunan. Di bawah potret itu, tulisan `Canada’ juga dibuat transparan sekaligus timbul.

Fitur pengamanan lain ialah `jendela’ yang lebih kecil, berbentuk lembaran daun mapel–yang tertera pada bendera Kanada–yang tidak transparan sepenuhnya, tetapi seperti berembun.Garis luar bentuk daun mapel itu transparan dan di dalamnya terdapat nomor tersembunyi yang hanya bisa terlihat jika disinari.Sulit dipalsukan Elemen plastik dan transparan juga bisa dilihat di lembaran-lembaran uang Guatemala, Australia, Nikaragua, Cile, dan Malaysia.

Menurut Hockenhull, uang kertas paling rumit ialah uang Amerika Serikat dan Inggris. Uang kertas 50 pound sterling, misalnya, dibuat dengan tinta timbul. Pada lembarannya ditanam benang metalik dan tertulis angka `50′ yang terlihat berwarna merah-hijau jika diterawang lewat sinar ultraviolet.

Sementara itu, pada uang kertas terbaru AS senilai US$100, ada pita biru tiga dimensi yang ditanam, tepatnya di samping gambar wajah Benjamin Franklin. Jika uang itu dimiringkan, gambar lonceng dan angka 100 terlihat seolah bergerak dari sisi ke sisi, juga naik-turun.
Uang itu juga dibuat dengan tinta timbul, angka 100 di pojok kanan bawah yang bisa terlihat berubah warna, dan teks yang dicetak mikro pada bagian kerah Benjamin Franklin. Semua itu didesain supaya uang tidak mudah dipalsukan.(CNN/I-2) Media Indonesia, 28/10/2014, Halaman : 22


TAGS


-

Author

Follow Me