BALAI KOTA Ribuan PNS Berkinerja Buruk Dimutasi

25 Dec 2014

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Pur nama ingin memutus mata rantai pegawai yang kerap berkelakuan nakal di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Gubernur yang akrab dipanggil Ahok itu pun mengeluarkan kebijakan memutasi ribuan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov DKI yang berkinerja buruk.

Siapa pun pejabat DKI yang terdampak perombakan adalah mereka yang memiliki ki nerja kurang memuaskan atau buruk, ujar Ahok pada acara talkshow Strategi Tata Kelola Anggaran, di Balai Kota DKI, kemarin.

Ahok sadar kebijakannya itu bakal menimbulkan banyak gesekan. Kalau ada PNS yang sakit hati, enggak apa-apa.Silakan bergabung demo saja bareng GMJ sama FPI. Kasihan tuh mereka kekurangan orang buat mendemo saya.Mentok-mentok cuma sampai 2.000 orang yang ikut. Itu juga ambil orang dari luar kota, kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok menyebut ada sekitar 6.000 PNS yang akan dimutasi pada akhir Desember ini. Menurut Ahok, PNS yang baik harus memiliki hati nurani jujur, bukan hanya otak cerdas. Dia pun telah memiliki penilaian tersendiri dari indikator kinerja pejabat DKI selama tiga bulan. Bila kinerjanya tidak baik, pejabat tersebut akan langsung distafkan.

Saya harap nanti akan ada lapor-melapor kepada saya.Kalau misalnya bapak ibu berkinerja baik dan merasa tidak senang saya pindahkan jabatan, lapor saja ke saya, nanti saya analisis untuk kembali ke jabatan semula, ujarnya.
Ahok mengklaim perombakan besar-besaran di lingkungan Pemprov DKI membuat senang para staf PNS DKI. Sebab, lanjutnya, banyak pejabat berprestasi selama ini tidak mendapatkan posisi tepat karena terhalang oleh sistem birokrasi.Rotasi itu berlaku untuk eselon dua, tiga, dan empat.

Saya sih pakai teori seder hana, stafkan saja orang yang macam-macam di DKI, katanya. Melalui lelang jabatan atau seleksi jabatan terbuka, staf dengan mudah dapat menjadi pejabat eselon asalkan hasil tesnya mencukupi.Percaya kompetensi Ahok mengaku masih berupaya untuk tidak mengambil pihak luar menjadi pejabat DKI. Ia masih memercayai kinerja para PNS DKI yang berkompeten. Selama dua tahun ini, saya tidak mau memasukkan orang-orang dari luar, kata Ahok.

Menurut dia, tidak sedikit pihak luar yang berminat menjadi pejabat DKI, termasuk anggota TNI. Menurut dia, banyak tentara dengan pangkat letkol dan kolonel yang mengantre menjadi pejabat DKI. Pak KSAD meledek saya bilang pengin jadi lurah dan camat saja di Jakarta. Jadi lurah paling enggak bisa bawa pulang Rp25 juta. Gaji KSAD saja enggak segede itu, kata Ahok. (Ssr/J-1) Media Indonesia, 12/12/2014, halaman 8


TAGS


-

Author

Follow Me